Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3. Adakah cara yang bisa saya lakukan untuk melindungi kehamilan agar tidak terjadi keguguran?

Adakah cara yang bisa saya lakukan untuk melindungi kehamilan agar tidak terjadi keguguran?

Keguguran adalah kehilangan bayi dalam 24 minggu pertama kehamilan. Sebagian besar kejadian tersebut tidak dapat dijelaskan, walaupun beberapa perubahan gaya hidup diduga bisa mengurangi risiko. Tak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah keguguran yang sudah terjadi.

Seberapa umumkah terjadinya keguguran?

Yang menyedihkan, keguguran sangat umum terjadi. Sekitar 20% kehamilan mengalami keguguran dan mungkin sampai tiga perempat dari semua telur yang dibuahi hilang dalam tahap yang sangat dini. Sekitar 98% keguguran pada wanita terjadi dalam 13 minggu pertama.

Apa penyebab keguguran?

Dokter tidak mampu menemukan penyebab keguguran dini, tetapi tampaknya janin yang abnormal cenderung mengalami keguguran. Sedikitnya setengah dari semua keguguran dalam trimester pertama kehamilan mungkin terjadi akibat kelainan kromoson yang membuat bayi tak dapat berkembang secara normal. Keguguran lanjutan – setelah 20 minggu – bisa terjadi akibat infeksi atau kelainan pada Rahim atau plasenta. Keguguran juga bisa terjadi karena leher Rahim tidak cukup kuat untuk menjaga Rahim tetap tertutup sampai bayi siap dilahirkan. 

Tanyakan pada ahlinya, Dr Maggie Blott (konsultan obstetric)

Apa itu kehamilan ektopik dan mengapa bisa terjadi?

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berkembang di luar Rahim, biasanya dalam satu saluran telur atau di indung telur dan leher Rahim walaupun kedua jenis terakhir lebih jarang ditemui. Kehamilan ektopik paling umum terjadi antara minggu keempat dan kesepuluh kehamilan – biasanya mulai dari minggu kelima sampai ketujuh. Penyebab paling umum adalah ketika saluran telur rusak sehingga terjadi blockade atau penyempitan yang menghalangi telur sehingga tidak berhasil mencapai tujuan. Telur malah tertanam didalam dinding saluran telur. Seiring tumbuhnya kehamilan, timbul nyeri dan pendarahan, dan jika tidak diketahui , saluran telur bisa pecah, menyebabkan pendarahan internal. Hal ini termasuk kedaruratan medis. 

Apa saja tanda-tanda keguguran?

Tanda paling jelas adalah nyeri seperti menstruasi dan perdarahan hebat, yang bisa membawa bekuan darah. Akan tetapi, anda bisa mengalami keguguran bahkan tanpa menyadarinya, khususnya pada kehamilan muda. Banyak wanita keliru menerjemahkan keguguran dengan menstruasi yang terlambat. Sebagian kasus keguguran baru ditemukan ketika dokter tidak merasakan denyut jantung bayi. Ini disebut sebagai ‘keguguran yang terlewat’, dimana embrio telah mati tetapi tidak gugur. Perdarahan bercak atau biasa disebut flek (kehilangan darah dalam jumlah sangat kecil) sering terjadi pada awal kehamilan dan mungkin bukan masalah, tetapi mintalah nasihat medis jika Anda mengalami perdarahan atau flek.

Apa yang bisa saya lakukan untuk mengurangi risiko keguguran?

Berhenti merokok, begitu pula dengan mengurangi asupan kafein dan alcohol. Jika Anda pernah keguguran sebelumnya, Anda mungkin dinasihati untuk beristirahat sebanyak mungkin dalam dua bulan pertama kehamilan, walaupun tak ada bukti aktual bahwa hal tersebut membawa perubahan. Anda mungkin disarankan untuk menghindari hubungan intim sampai kehamilan Anda sudah lebih tua. Jika Anda tahu bahwa leher Rahim Anda lemah sebagai penyebab keguguran sebelumnya, Anda mungkin bisa mendapat jahitan khusus di sekeliling leher Rahim untuk menjaga agar tetap tertutup.

Akankah keguguran memengaruhi kemampuan saya untuk hamil lagi?

Tidak. Keguguran tidak berarti Anda memiliki masalah kesuburan. Kecuali dokter mengatakan sebaliknya, Anda mungkin mengalami kehamilan kedua yang normal. Penelitian menunjukkan bahwa 50-70% wanita pernah keguguran tiga kali atau lebih bisa memiliki bayi yang sehat tanpa pengobatan medis. Setelah keguguran pertama, kemungkinan untuk mengalami keguguran yang berikutnya lebih kecil dari sebelumnya, dan setelah dua kali keguguran, risiko Anda untuk mengalami yang ketiga hanya sedikit lebih tinggi. Beri diri Anda waktu untuk pulih secara fisik dan emosional sebelum mencoba hamil lagi.

Fakta menarik - Faktor Risiko

Faktor risiko terjadinya keguguran bisa meningkat jika Anda:

Merokok. Minum lebih dari empat cangkir kopi sehari dan banyak alcohol. Sudah pernah keguguran lebih dari satu kali. Memiliki fibroid (tumor non-kanker dalam Rahim) atau bentuk Rahim abnormal, mengidap lupus, mengidap diabetes, penyait ginjal atau tiroid, tetapi risikonya lebih rendah jika penyakit tersebut ditangani dengan baik. Memiliki infeksi, seperti rubella, listeria atau klamidia pada usia kehamilan dini. Berusia diatas 30 tahun. Tingkat keguguran meningkat mulai usia 30 dan meningkat lagi di atas 35. Wanita berusia lebih tua memiliki kemungkinan lebih besar mengandung bayi dengan kelainan kromosom dan kehamilan ini memiliki kemungkinan besar untuk gugur.

Posting Komentar untuk "3. Adakah cara yang bisa saya lakukan untuk melindungi kehamilan agar tidak terjadi keguguran?"

Dokter spesialis kandungan rekomendasi dokterhamil.com


dr. Sanusi, Sp.OG dr. Dasep Suwanda, Sp.OG.
dr. Muhammad Dwi Priangga, SpOG dr. Wahyu Ginealdy, Sp.OG