Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

24. Kapan kami harus memberitahu keluarga dan teman?

Kapan kami harus memberitahu keluarga dan teman?


Menyampaikan berita kepada keluarga dan teman bisa menjadi hal yang paling mengasyikkan dari kehamilan, khususnya jika Anda sudah menyimpannya sebagai rahasia selama berminggu-minggu. Anda, tak diragukan lagi, akan mendapatkan reaksi positif dari hampir semua orang, tetapi terimalah sebagian orang lain, misalnya teman yang sedang berjuang melawan infertilitas, mungkin akanmerasa sulit untuk berbagi dalam kebahaiaan Anda.

Saya ingin memberitahu semua orang bahwa saya mengandung. Mengapa sebagian besar wanita menunggu sampai 12 minggu sebelum mengumumkan kehamilannya?

Ada pasangan yang menunggu sampai mereka melewati 12 minggu pertama karena risiko mengalami keguguran menurun secara signifikan setelah titik ini. Artinya, lebih kecil kemungkinan bagi Anda untuk harus menyampaikan berita sedih tentang keguguran pada teman dan keluarga, yang bisa sangat sulit jika Anda sendiri sudah mengatasi perasaan kehilangan. 

Alasan lain pasangan memutuskan untuk menunggu adalah karena mereka perlu waktu untuk membiasakan diri dengan kenyataan bahwa mereka akan punya anak.  Butuh waktu sesaat hingga kekhawatiran tentang menjadi orangtua mengemuka, jadi periode ini sangat bermanfaat untuk berbicara satu sama lain dan mengkonsolidasikan oikiran dan perasaan Anda tentang tahap kehidupan yang baru ini sebelum menceritakannya pada orang lain.

Saya tak sabar mengatakan pada teman baik saya bahwa saya hamil. Salahkah saya melakukan ini jika kami bersepakat untuk diam-diam dulu sekarang?

Cobalah tanya pada diri sendiri bagaimana perasaan And ajika pasangan bercerita pada teman baiknya. Apakah Anda akan merasa disepelekan, kecewa, atau marah? Ini akan terjadi karena dia tidak bertindak sesuai dengan yang sudah Anda berdua, sebagai pasangan, rencanakan bersama. Ini mungkin membuat Anda berpikir bahwa teman baiknya lebih penting baginya daripada Anda.

Mengambil keputusan bersama akan menjadi bagian penting dari hubungan Anda sepanjang sisa kehamilan dan ketika Anda menjadi orangtua. Kesepakatan antara pasangan penting karena merupakan cara membangun kepercayaan, yang merupakan dasar dari hubungan yang baik. Jika Anda berpikir menceritakan pada teman akan merusak kepercayaan antara Anda dan pasangan, pikirkan baik-baik sebelum bercerita pada orang lain.

Teman saya sulit hamil. Bagaimana saya menyampaikan padanya bahwa saya hamil?

Seperti yang sudah Anda sadari, teman Anda mungkin merasa rapuh jika dia sulit hamil. Tetapi penting bagi Anda untuk menyampaikan sendiri berita kehamilan Anda daripada membiarkannya tahu dari orang lain. Ini bisa membuatnya merasa lebih buruk. Mulailah pembicaraan dengan mengakui posisinya dengan tenang dan hati-hati. Kemudian bersikaplah positif, katakana bahwa Anda hamil dan ingin dia tahu karena dia adalah teman yang baik. Dia mungkin berjuang menerima berita ini, bahkan mungkin menitikkan air mata, tetapi jika Anda bisa berbagi kesedihannya dan bersikap mendukung, hubungan persahabatan antara kalian berdua akan menjadi lebih erat.

Orangtua saya tidak menyukai pasangan. Akankah mereka berubah pikiran kini saat saya hamil?

Gairan untuk menjadi nenek dan kakek bisa menyelimuti perasaan tak setuju dari orangtua terhadap pasangan untuk sementara waktu. Mereka mungkin merasa senang dan bahagia pada awalnya, tetapi mungkin tak akan seperti itu selamanya. Simpan hal ini untuk Anda sendiri dan cobalah untuk melihat kehamilan dan hadirnya bayi sebagai saat membangun hubungan dengan mereka. Jika, walaupun dengan berita tentang bayi, mereka masih menunjukkan rasa tak setuju, Anda dan pasangan harus bekerja sama mencari cara untuk mengatasinya. Menyepakati seberapa sering Anda akan mengunjungi orangtua bersama-sama bisa membantu. Tidak merespon terhadap komentar negative juga akan menunjukkan kematangan Anda dan komitmen Anda terhadap hubungan yang Anda jalani.

Pasangan dan saya tak menginginkan anak, tetapi kini saat saya hamil saya ingin memiliki bayi ini. Bagaimana cara memberitahunya?

Yang terbaik adalah mengatakan pada pasangan secepat mungkin karena ada banyak hal yang harus Anda berdua pikirkan dan bicarakan bersama. Mungkin saja dia pun senang akan bayi ini. Tetapi jika tidak, bagaimana Anda berdua mengatasi hubungan Anda, berkaitan dengan peristiwa yang mengubah kehidupan ini? Jika hubungan Anda sebagai pasangan merupakan prioritas utama maka Anda berdua mungkin akan baik-baik saja. Tetapi jika tak punya anak lebih penting bagi dirinya daripada hubungan tersebut, Anda mungkin harus mulai memikirkan untuk menjadi orangtua tunggal.

Bagaimana kami mengatakan pada anak yang sudah remaja bahwa kami akan punya bayi lagi?

Ketika terjadi kehamilan dengan jarak yang jauh seperti ini, orangtua terpaksa berjuang untuk mengatakannya pada anak-anak yang lebih besar. Salah satu alasannya adalah karena itu berarti bahwa kehidupann keluarga, seperti yang diketahui oleh anak-anak Anda, akan berubah secara dramatis.

Jika Anda berpikir bahwa anak Anda akan melalui tahapan yang rapuh, yakinkan bahwa perasaan Anda padanya tak akan berubah dengan hadirnya bayi baru. Akan tetapi, kebanyakan remaja senang punya bayi dalam keluarga dan menikmati peran mereka sebagai anak yang lebih tua di keluarga. Jika Anda dan pasangan sama-sama senang dengan prospek akan memiliki anggota keluarga baru, anak remaja Anda hampir dapat dipastikan pada akhirnya juga akan merasakan hal yang sama.

Pengalaman pembaca

“Saya terpaksa mengatakannya pada keluarga dan teman karena sangat sulit untuk menyimpannya sebagai rahasia, tetapi saya berhasil menyembunyikannya dari rekan kerja.” Bella

“Kami membeli celemek bertuliskan “Grandma loves me” dan membungkusnya untuk hadiah ulang tahun bagi ibu saya.” Diane

“Saya menggunakan krayon untuk menulis I’m going to a big sister”. Saya memotret anak perempuan saya memegang tulisan tersebut dan mengirimkannya ada orang-orang terkasih”. Susmita

Posting Komentar untuk "24. Kapan kami harus memberitahu keluarga dan teman?"

Dokter spesialis kandungan rekomendasi dokterhamil.com


dr. Sanusi, Sp.OG dr. Dasep Suwanda, Sp.OG.
dr. Muhammad Dwi Priangga, SpOG dr. Wahyu Ginealdy, Sp.OG