Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

34. Pemeriksaan apa yang akan saya jalani di trimester kedua?

Pemeriksaan apa yang akan saya jalani di trimester kedua?


Anda akan ditawari tes darah untuk menilai resiko bayi dengan kelainan kromosom seperti sindrom down. Jika hasil tes menunjukkan risiko tinggi, Anda akan ditawari diagnostic pilihan, seperti amniosentesis yang bisa memastikan hasilnya.

Apakah saya akan menjalani uji pemindaian dalam trimester ini?

Ya. Ada tes darah yang dilakukan antara usia 15-20 minggu kehamilan yang mengukur berbagai ‘penanda’ dalam darah, seperti hCG (human chorionic gonadotrophin) dan AFP (alpha fetoprotein). Kadar penanda ini bisa menjadi indikasi apakah bayi dalam kandungan Anda mengidap Sindrom Down. Tersedia beberapa variasi dari pemeriksaan ini: tes rangkap dua mengukur dua penanda; rangkap tiga mengukur tiga penanda; dan rangkap empat mengukur empat penanda. Tes ganda mendeteksi sekitar 59%, dan yang rangkap empat sekitar 75%. Tes darah lebih akurat pada wanita dengan usia lebih tua (karena wanita dengan usia lebih tua memiliki kemungkinan lebih besar mengandung bayi yang mengidap Sindrom Down). Ingat, bahkan jika hasil pemindaian menunjukkan risiko tinggi, tidak berarti bayi Anda pasti mengidap Sindrom Down. Ini hanya faktor risiko. Tetapi Anda akan harus memutuskan apakah akan menjalani amniosentesis, suatu pemeriksaan diagnostic, untuk memastikan.

Apa itu amniosentesis?

Aminosentesis adalah pemeriksaan diagnostik, yang berarti hasilnya bisa memberitahukan dengan kepastian hampir sempurna apakah bayi Anda memiliki kelainan kromoson atau tidak. Amniosentesis dilakukan dengan mengambil sampel cairan amnion dan memeriksanya untuk melihat apakah bayi memiliki kelainan kromosom yang serius, seperti Sindrom Down atau sindrom lain.

Tanyakan pada ahlinya – Chrissie Hammonds Bidan Sonografer

Saya merasa bingung dengan berbagai tes ini. Apakah sebaiknya saya menerima semua yang ditawarkan?

Tidak, Anda harus mengumpulkan sebanyak mungkin informasi terlebih dahulu. National Institute for Clinical Excellence (NICE) menyatakan bahwa ibu hamil harus mendapatkan informasi tentang setiap pemeriksaan diagnostic atau pemindaian yang ditawarkan. Anda harus mendapat kesempatan untuk berbicara dengan bidan, dokter, atau petugas pemindaian sampai jelas bagi Anda informasi apa yang didapatkan dari hasil pemeriksaan dan apa yang tidak.

Anda bisa, misalnya, memutuskan untuk tidak menjalani tes apa pun sama sekali atau menjalani pemeriksaan pemindaian, tetapi tidak untukk diagnostik. Mintalah nasihat pada kesempatan paling awal dan kemudian pulng dan pikirkan apa yang ingin Anda lakukan. Luangkan waktu dan lakukan hanya pemeriksaan yang tepat bagi Anda

Apakah saya akan ditawari aminosentesis?

Tergantung. Sebagian rumah sakit secara teratur menawarkan aminosentesis pada ibu hamil berusia di atas 35 karena memiliki risiko lebih tinggi untuk mengandung bayi dengan Sindrom Down. Anda juga akan ditawari amniosentesis jika Anda memiliki hasil tes penapisan positif. Yang juga mungkin ditawari amniosentesis adalah jika seorang wanita – atau pasangannya – memiliki riwayat cacat lahir dalam keluarga, atau memiliki anak dengan kelainan genetik. Banyak rumah sakit menawarkan CVT, bukan amniosentesis. Keuntungan utama dari pemeriksaan ini adalah bisa dilakukan lebih awal, sekitar usia 10-12 minggu.

Kapan saya akan menjalani amniosentesis?

Amniosentesis biasanya dilakukan antara bulan 15-18, tetapi bisa dilakukan setelahnya apabila timbul masalah. Amniosentesis sebelum minggu 14 terbukti memiliki risiko keguguran yang tinggi. Dari usia kehamilan 15 minggu, ada cukup cairan amnion untuk memudahkan pengambilan sampel tanpa menimbulkan risiko pada bayi.

Bagaimana amniosentesis dilakukan?

Dengan menggunakan ultrasonografi sebagai pedoman, dokter akan mencari kantung cairan amnio dalam jarak yang aman dari bayi Anda dan plasenta. Dia kemudian memasukkan jarum panjang halus melalui dinding perut ke dalam cairan untuk mengambil sampel. Anda bisa memilih untuk menjalani pembiusan perut dengan anestesi lokal. 

Berapa lama waktu untuk mendapatkan hasil pemeriksaan amniosentesis?

Sampel cairan amnion harus dikirim ke laboratorium untuk dibuat kultur. Memerlukan waktu sekitar 1-2 minggu untuk mendapatkan jumlah sel bayi yang cukup untuk didiagnosis sehingga Anda harus menunggu 2-3 minggu. Tetapi di beberapa tempat hasilnya mungkin bisa didapatkan lebih cepat.

Periode menunggu memang bisa terasa sangat lama. Anda dapat menyibukkan diri saat menunggu. Telah dikembangkan pemeriksaan baru bersama Amnio-PCR yang bisa memberikan hasil dalam waktu 48 jam tetapi hanya tersedia sebagai layanan khusus.

Risiko apa yang terkait dengan pemeriksaan diagnostik, dan apakah rasanya sakit?

Sekitar 1 dari 100 wanita mengalami infeksi atau komplikasi lain yang menyebabkan keguguran. Sebagian wanita mengalami kebocoran cairan amnion atau kehilangan sejumlah kecil darah dari vagina. Suhu yang tinggi, kontraksi Rahim dan/atau nyeri tekan, atau perasaan panas dingin berganti-ganti merupakan tanda infeksi. Risiko keguguran sedikit lebih tinggi (1-1,5%) pada pengambilan sampel vilikorionik daripada amniosentesis (0,5-1%).

Pemeriksaan diagnostik bisa jadi tidak nyaman, dan sebagian wanita merasakan nyeri. Akan tetapi, prosedur ini paling lama hanya berlangsung setengah jam dan sebenarnya proses pengambilan sampel hanya terjadi dalam beberapa menit. Sesudahnya mungkin Anda akan merasakan sedikit nyeri perut, tetapi sebagian wanita mengalami kram yang serius. Bidan akan menyarankan Anda untuk beristirahat selama 24 jam untuk berjaga-jaga.

Pemeriksaan apa yang akan saya jalani di trimester kedua?


Amniosentesis

Pemeriksaan khusus ini melibatkan pengambilan sampel cairan amnion dari Rahim, yang diperiksa di laboratorium untuk memeriksa kelainan kromosom. Selain mendeteksi kelainan kromosom, amniosentesis bisa mengidentifikasi jenis kelamin bayi, dan dalam kehamilan lanjut, kematangan paru-paru bayi.

Selanjutnya: 35. Apakah rasa sakit dan nyeri umum dirasakan pada semester kedua?

Posting Komentar untuk " 34. Pemeriksaan apa yang akan saya jalani di trimester kedua?"

Dokter spesialis kandungan rekomendasi dokterhamil.com


dr. Sanusi, Sp.OG dr. Dasep Suwanda, Sp.OG.
dr. Muhammad Dwi Priangga, SpOG dr. Wahyu Ginealdy, Sp.OG